Pengobatan Penyakit Varises

Varises adalah pembesatan pembuluh balik (vena) akibat kelainan katup dalam pembuluh vena. Pembuluh vena ini merupakan saluran darah dari anggota tubuh bagian bawah untuk kembali ke jantung. Salah satu pengobatan penyakit varises adalah dengan menggunakan cuka apel. Cuka apel dianggap sebaia jenis cuka paling baik, karena mengandung banyak manfaat yang beguna bagi kecantikan. Cuka ini digunakan dalam bentuk larutan pencuci rambut untuk membersihkan ketombe, dan untuk mendapatkan rambut yang kemilau mempesona. Disamping dapat mencegah penumpukan lemak papda rambut secara berlebihan. Oleh karena itu, ia sangat cocok bagi orang yang memiliki rambut berminyak. Sebagaimana cuka juga masuk ke dalam deretan bahan pembuat krim pemelihara kulit, yang berfungsi sebagai nutrisi bagi kulit. Disebutkan pula bahwa diantara manfaat kosmetik yang terbuat dari cuka ini adalah untuk mencegah pembengkakan pembuluh darah sehingga tampak (varises) khsususnya di kaki.

Berikut ini cara pengobatan penyakit varises dengan cuka apel dibagian betisnya, untuk membantu menghilangkannya sehingga tidak mengganggu penampilan. Caranya adalah balurkan cuka apel pada bagian yang terkena varises sekali di pagi haru dan sekali lagi disore hari. Dan untuk membantu penyembuhan ini masukkan kira-kira dua sendok kecil cuka apel ke dalam segelas air dan diminum pada pagi dan sore hari. Lakukanlah terapi ini selama tiga minggu.

Pengobatan penyakit varises dapat juga dilakukan dengan memberikan anjuran dan nasihat untuk mengupayakan kenyamana  berikut : kenakan kaus kaki penopang atau manset kaki yang dipasang pada pagi hari setelah kedua kaki diangkat. Hindari mengenakan pakaian ketat. Hindari menyilangkan kaki. Apabila memungkinkan duduk dengan kaki dinaikkan, jangan mengambil posisi berdiri. Libatkan diri dalam latihan ringan, misalanya berjalan. Hindari periode berdiri lama. Luangkan waktu berbaring pada posisi  miring kaki, yang memindahkan berat uterus dari vena kava interior, meningkatkan alian balik jantung dari kedua kaki. Berbaring diatas lantai beberapa kali sehari dengan kedua kaki dinaikkan, dan bersandar kedinding, dan jika terdapat varises di vulva, naikkan panggul juga. Bagi wanita yang mengalami varises vulva: gunakan bantalan karet busa yang dikait dengan sabut maternitas atau dua buah pemablut wanita pada sabuk pembalut untuk tujuan menopang. Kompres es mengurangi pembengkakan.  Ajarkan wanita tanda dan gejala thrombosis profunda dan menghindari cedera pada varises yang dapat menyebabkan thrombus.

Pencegahan penyakit varises dapat dilakukan dengan :

  1. Setiap kali usai beraktifitas, berbaringlah dengan posisi kaki dan tungkai lebih tinggi ketiimbang jantung selama 20 menit. Posisi tersebut berfungsi untukmelancarkan peredaran darah ke jantung.
  2. Olaharaga rutin untuk melatih otot kaki
  3. Jangan berdiri terlalu lama.
  4. Konsumsi sayuran dan buah-buahan yang kaya akan serat serta makanan yang bisan merangsang kelancaran sirkulasi darah seperti bawang merah, bawang putih, jahe, dan cabe merah.
Posted in Penyakit Varises | Tagged , , , , , , , , , , , , , , , , , | Leave a comment

Gangguan Varises

Gangguan varises adalah penyakit pada pembuluh darah balik (venae). Bisa terbentuk dipembuluh balik dimana saja. Sebagaimana kita ketahui, pembuluh vena memiliki semacama katup yang bisa membuka dan menutup oleh aliran darah yang melaluinya. Apabila katup pembuluh balik ini tidak berfungsi dengan baik, maka darah yang harusnya mengalir ke atas tubh menuju jantung sebagian akan mengalir balik turun oleh gaya berat darahnya. Darah yang mengalir balik ini yang akan tertahan dan mendesak dinding pembuluhnya sehingga vena melebar. Pelebaran pembuluh balik ini yang disebut penyakit varises. Penyakit varises ini paling sering terjadi ditungkai. Kita melihatnya sebagia pembuluh yang menebal dan berwarna biru dipermukaan kulit tungkai. Biasanya ada faktor keturunan. Maka konon sebelum memilih calon istri, lihat dulu ibunya. Kalau ibunya varises pasti puterinya juga akan varises juga.

Gangguan varises berkembang terus. Posisi pekerjaan berdiri, kehamlan dan pengaruh hormone, menambah besar dan banyaknya varises. Maka, salah sat cara meringankan keluhan pegal dan ngilu oleh adanya varises biasakan seaktu beristirahat posisi tungkai diangkat lebih tinggi dari letak jantung. Dalam posisi terbaring pun tungkai diatur lebih tinggi dari dada. Dengan posisi demikian, aliran darah balik menuju jantung lebih lancar tanpa perlu membantuk bendungan di pembuluh darah balik tungkai.

Tidak ada obat yang dapat menyembuhkan gangguan varises. Obat-obat yang ada hanya memperkuat dinding pembuluh darah balik agar tidak lekas melebar dan memerburuk varisesnya. Yang dapat dilakukan dengan memakai stocking khusus membebat tungkai agar pelebaran pembuluh darah baliknya dihambat.

Ramuan untuk menyembuhkan penyakit varises adalah :

Bahan : pegagan 60 gram dan daun ungu 10 gram
Cara pembuatan dan pemakaian : Semua bahan direbus dengan 5 gelas air hingga tersisa 2 gelas. Ramuan ini diminum 2 kali sehari masing-masing 2 gelas.
Catatan: Penderita varises sebaiknya tidak mengonsumsi emping, jengkol dan petai.

Cypress  dapat mmebantu menormalkan darah menstruasi yang keluar terlalu banyak (tidak wajar). Selain itu, cypress membantu menjaga tingkatan energy, sikulasi, respirasi dan kesehatan system saraf. Pohon ini juga digunakan oleh bangsa Mesir untuk mmengoati pendarahan di dalam tubuh , karena pohon ini adalah vaso-contrictor (penghenti pendarahan)  yang baik. Cypress yang dapat dignakan sebagai tonik pada wajah yang beminyak ini juga digunakan sebagai deodorant. Selain itu, membantu mengatasi varises, selulit pada wanita hamil, kejang saat haid, dan sebagai obat batuk. Pohon ini bisa juga dimanfaatkan untuk melancarkan sirkulasi dan system hormone dalam tubuh.

Posted in Penyakit Varises | Tagged , , , , , , , , , , , , , | Leave a comment

Varises Pembuluh Darah

Dalam bahasa awamya, penyakit varises pembuluh darah disebut dengan varies. Atau dalam bahasa kedokterannya adalah varicose vein. Penyakit varises ini umumnya dialami oleh kaum hawa. Perubahan hormone selama kehamilan, pra menstruasi atau menopause merupakan faktor penyebab varicose veins. Mengapa perempuan rentan mengidap penyakit varises ? hal ini dikarenanakan hormone perempuan cenderung mengakibatkan pengenduran dinding-dinding vena. Pada karyawan khususnya kaum perempuan yang aktivitas pekerjaannya banyak diisi dengan berdiri. Kondisi itu menyebabkan aliran darah tidak bersirkulasi dengan baik apabila bertahan pada posisi yang sama dalam wakt yang lama pula. Terapi penggantian hormone dan atauu penggunaan pil KB dicurigai juga mampu meningkatkan resiko terbentuknya varises. Mengonsumsi makanan pekat berkanji dan bergula berpotensi besar menyebabkan varises. Bahan-bahan makanan ini meninggalkan ampas dan tertumpuk dalam tubuh yang dapat menutupi dinding pembuluh darah.

Faktor keturunan pada penyakit varises pembuluh darah, obesitas (berat badan yang terlalu besar memberi tekanan yang besar pada vena) dan kondisi darah (para penderita diabetes rentan mengidap varises). Pembuluh darah vena (pembuluh darah yang membawa darah kotor dari seluruh tubuh ke jantung). Pembuluh tersebut melebar lantaran elastisitasnya mengendor. Akibanya, katup-katup yang melekat pada vena tidak mampu lagi menahan aliran darah. Katp-katup yang rusak ini menyebabkan darah memenuhi dan memperbesar vena.

Gejala dari penyakit varises pembuluh darah ini adalah :

  1. Biasanya terjadi di kaki, terutama pada getis. Namun tak menutuo kemungkinan, varicose veins dapat terjadi dibagian tubuh lain seperti disekitar dubur yang lazim disebut hemoroid (ambeien atau wasir)
  2. Mungkin banyak yang tidak memperdulikan atau bahkan menyadari varises yang muncul di kaki atau betis. Hal itu dikarenakan, nyaris tak ada gejala yang muncul selain pembuluh vena yang terlihat tak beraturan dan terkadang membengkak.
  3. Sejumlah penderita mengeluhkan gejala seperti sakit pada kaki, pembengkakan pada mata kaki, luka pada kulit disekitar mata kaki, luka ringan pada daerah varises.

Horse chesnut dikenal sebagai obat untuk sirkulasi buruk sebuah gejala yang sering dirasakan oleh para penderita bawasir dan varises dan kerapkali direkomendasikan oleh para ahli herbal untuk digunakan bersama witch hazel. Untuk obay minum, tingtur aesculus (ekstrak herbal berbentuk cair) atau kapsul horse chesnut. Untuk obat luar, cobalah bentuk gel yang mengandung ekstrak witch hazel, mungkin dicampur dengan daun bilberi dan horse chestnut. Toko obat dan kesehatan langganan Anda mungkin bisa memberikan saran.

Obat lain untuk membantu sirkulasi yang juga bisa membantu mengurangi gejala-gejala bawasir atau varises adalah asam lemak esensial yang ditemukan dalam minyak starflower, minyak kismis hitam, atau minyak evening primrose.

Posted in Penyakit Varises | Tagged , , , , , , , , , , , , , , | Leave a comment

Mencegah Varises Di Kaki

Varises adalah pembuluh vena yang membengkak dengan bentuk tidak lazim yang umumnya muncul pada kaki. Varises pada kaku dialami oleh satu dari lima orang dewasa, dan terutama lebih sering dijumpai pada wanita

Para pakar kesehatan menduga bahwa varises adalah sesuatu yang diturunkan meskipun faktor-faktor lain seperti fluktuasi hormonal dan kelebihan berat badan dapat memperngaruhi pembentukannya. Varises terjadi ketika satu ada katup lebih tidak dapat menutup.
Ketika ini terjadi, darah terhentu dan meregangkan pembuluh vena, lebih jauh melemahkan dinding pembuluh darah. Dengan semakin melemahnya pembuluh vena menjadi semakin besar dan lebar seiring dengan pertambahan waktu dan mulai tampak seperti bongkahan rantai yang berkelok-kelok di bawah kulit.
Berbeda dengan arteru, vena memiliki katup yang membuat darah mengalir menuju jantng. Pembuluh vena yang sehat memiliki pembuluh dengan katup yang menutup untuk mencegah darah agar tidak mengalir mundur saat kembali ke jantung. Pada kasus varises, dinding pembuluh memburuk sehingga katup tak mampu berfungsi dengan baik.

Ketika katup jantung berhenti bekerja, aliran darah menjadi terhenti terutama saat kita berdiri. Berbagai kejadian menunjukkan bahwa wanita memiliki kecenderungan yang lebih besar untuk menderita varises daripada pria. Varises dialami oleh satu dari empat wanita secara umum dan satu dari dua wanita berusia diatas empat puluh tahun.

Tindakan perventif (pencegahan) sangat baik yaitu dengan cara menghindari faktor-faktor resiko terjadinya varises vagina. Berikut ini hal-hal yang dapat dilakukan :

  1. HIndari penggunaan sepatu berhak tinggi, namun gunakanlah sepatu dengan hak kurang dari 2 cm agar aliran darah menuju jantung tidak terhambat.
  2. Pada saat tidur jangan hanya berbaring pada satu posisi saja, akan tetapi berbaringlah pada beberapa posisi tertentu untuk menghindari tekanan pada pembuluh darah di satu tempat saja.
  3. Olahraga secara teratur akan meningkatkan kekuatan otot kaki dan vena
  4. Hindari berdiri terlalu lama
  5. Jangan duduk sambil menyilangkan kaki terlalu lama karena dapat menghambat peredaran darah
  6. Hindari menggunakan pakaian sempit atau ketat pada bagian pinggang, paha, dan kaki.
  7. Biasakan mengonsumsi vitamin C dan E dari jus buah-buahan segar.

 

Posted in Penyakit Varises | Tagged , , , , , , , , , , , , , , , , , , , | Leave a comment

Cara Menghindari Varises

Umumnya varises terjadi di kaki bagian betis, bisa juga di saluran mulut ke perut (esofagus) yang sering berhubungan dengan kerusakan fungsi hati. Kerusakan sel hati dapat mengganggu kemampuannya menyaring darah. Akibatnya aliran darah ke hati menjadi tidak lancar dan membentuk tonjolan pembuluh darah di esofagus.

Jika bendungan darah tersebut pecah dan masuk ke jalan pernapasan. Varises juga dapat timbul di rahim. Wanita lebih beresiko tinggi terkena penyakit varises karena kontraksi vena wanita lebih lemah dibanding pria, dan kulit wanita lebi lunak.

Ada banyak cara menghindari varises, diantaranya adalah:

1) Seusai beraktivitas setiap hari, berbaringlah dengan posisi kaki dan tungkai lebih tinggi dari jantung selam 20 menit. Bagi yang sudah  menderita varises, usahakan tidur dengan posisi ini sepanjang malam, untuk melancarkan peredaran darah ke jantung.

2) Lakukan yoga setiap hari

3) Jangan berdiri terlalu lama

4) Olahraga rutin untuk melatih otot kaki : jalan santai, jalan cepat, joging, bersepeda, berenang (minimal 30 menit per hari)

5) Jangan memijat daerah yang bervarises, karena dapat menyebabkan pecahnya pembuluh vena. Lakukan pijatan secara ringan namun teratur di daerah rawan varises dengan arah menuju jantung. Lakukan dengan lembut dan gunakan minyak esensial yang sudah dilarutkan.

6) Perbanyak konsumsi sayuran dan buah berserat tinggi dan makanan yang dapat merangsang sirkulasi darah, seperti bawang merah, bawang putih, bawang bombay, jahe, dan cabai merah. Juga makanan yang kaya akan vitamin B kompleks, vit C, vit E, vit B6, magnesium, asam folat, kalsium, dan zinc.

7) Kurangi konsumsi gula, garam, daging merah, gorengan, dan protein.

8) Sering-sering duduk berselonjor kaki, tungkai, dan panggul.

Posted in Penyakit Varises | Tagged , , , , , , , , , , , , , | Leave a comment

Penyakit Varises

Jika di kaki anda terlihat urat-urat halus menyembul di sekitar betis anda belakang, mungkin anda terserang kelainan penyakit yang disebut varises. Kelainan ini dapat terjadi di pembuluh vena (darah balik) yang mempunyai fungsi mengangkut darah sisa metabolisme dari seluruh jaringan tubuh untuk kembali ke jantung.

Penyakit ini menyebabkan sirkulasi darah menjadi tidak lancar, karena terhambat di sekitar betis dan tungkai kaki saat menahan berat badan tubuh. Varises juga dapat terjadi di lengan dan di vagina.

Dibawah ini beberapa jenis varises dan cara mengatasinya :

1. Varises Jenis Spider Navy
Varises ini tergolong ringan, biasanya akibat suhu yang terlalu panas atau dingin, terpapar sinar matahari terus menerus, sedang hamil, faktor keturunan, keniasaan makanan sarat rempah dan pedas, serta pengobatan hormonal.

Varises ini bisa terjadi di beberapa tempat, yaitu wajah, pangkal lengan, paha, dan lutut, pergelangan kaki dan tumit. Terapi yang digunakan biasanya dengan memakai sinar laser, sehingga pembuluh darah mengering. Ada juga terapi alat listrik dengan memasukkan zat tertentu ke dalam kulit, unutk mengecilkan dan mengerutkan pembuluh darah.

2. Varises Dalam Kulit 
Varises ini terjadi pada pembuluh vena yang halus dan tipis di dalam kulit bagian kaki. Mengobatinya, dokter memberi obat-obatan yang menguatkan dinding vena dan memperlancar aliran darah, atau menggunakan stoking khusus varises.

Stocking ini berfungsi menekan pembuluh vena sehinga otot dan dinding vena bisa kembali bekerja maksimal. Stoking mampu mencegah, mengurangi gejala awal, dan rasa sakit penceritanya meski hanya temporer. Jadi, tetap harus minum obat.

3. Varises Reticular Varicose Veins
Ini adalah varises yang lebih parah, karena terjadi di pembuluh vena bawah kulit. Untuk mengobatinya, dokter akan melakukan beberapa tahap :

  • Memberi obat yang diminum untuk menguatkan dinding vena dan melancarkan peredaran darah.
  • Memberikan suntuikan zat iritasi ke dalam pembuluh darah yang rusak atau melebar.
  • Obat tersebut akan membentuk jaringan ikat sekaligus menutup aliran darah, sehingga pembuluh darah vena akan menyempit. Darah akan mencari ‘jalan lain’ melalui pembuluh vena tang normal.
  • Setelah disuntik, anda harus menggunakan stoking varises, dan tidak boleh menggunakan sepatu hak tinggi.
  • Olahraga yang dianjurkan adalah jalan kaki, berenang, dan joging agar otot kaki mampu berkontraksi dengan baik.

4. Varises Kronis
Varises  tahap ini akan memperlihatkan pembuluh darah yang berkelok-kelok di betis. Bila suntik tidak membuahkan hasil, maka harus dilakukan pembedahan guna memotong pembuluh vena yang rusak sehingga aliran darah kembali normal.

Ada berbagai obat-obatan yang harus anda minum untuk menguatkan dinding vena dan melancarkan peredaran darah. Stoking varises juga harus dikenakan selama beraktivitas, tidak memakai sepatu hak tinggi dan berolahraga dengan melatih gerak otot kaki dan tungkai.

Posted in Penyakit Varises | Tagged , , , , , , , , , , , , , , , , | Leave a comment

Penyakit Varises Pada Kaki

Bila di kaki anda terlihat urat-urat halus menyembul di sekitar betis belakang bisa jadi anda terkena kelainan yang disebut varises. Kelainan ini terjadi di pembuluh darah balik (vena) yang berfungsi menyangkut darah sisa metabolisme dari seluruh jaringan tubuh dan kembali ke jantung.

Varises menyebabkan sirkulasi darah menjadi tak lancar, karena terlambat disekitar betis dan tungkai kaki saat menahan berat tubuh. Selain di bagian kaki, belakangan diketahui bahwa ternyata varises pun bisa terjadi di bagian lengan. 

Penyebab varises adalah:

  • Berkurangnya elastisitas dinding pembuluh vena yang menyebabkan pembuluh vena melemah dan tak sanggip mengalirkan darah ke jantung sebagaimana mestinya. Aliran darah dari kaki ke jantung sangat melawan gravitasi bumi, karena itu pembuluh darah harus kuat, begitu juga dengan dinamisasi otot disekitarnya.
  • Rusaknya katup pembuluh vena, padahal katup atau klep ini bertugas menahan darah yang mengalir ke jantung agar tidak keluar kembali. Katup yang rusak membuat darah berkumpul di dalam dan menyebabkan gumpalan yang menganggu aliran darah.

Pemicu terjadinya varises adalah :

  1. Faktor Keturunan
    Varises biasanya terjadi saat dewasa akibat perubahan hormon dan bertambahnya berat badan. Varises yang terjadi di usia myda kemungkinan besar disebabkan faktor keturunan.
  2. Kehamilan
    Meningkatnya hormon progesteron dan bertambahnya beray badan saat hamil yang kaki semakin terbebani, akibatnya aliran darah dari kaki, tungkai, pangkal paha dan perut bagian bawah pun terhambat.
  3. Kurang Gerak
    Gaya hidup perkotaan yang kurang gerak, menyebabkan otot sekitar pembuluh darah vena tidak mampu memompa darah secara maksimal.
  4. Merokok
    Kandungan zat berbahaya dalam rokok membuat pembuluh darah menjadi kaku dan terjadi penyempitan, sehingga dinding pembuluh tidak elastis lagi.
  5. Terlalu Banyak Berdiri
    Berdiri terlalu lama membuat kaki terlalu berat menahan tubuh dan memperparah beban kerja pembuluh vena dalam mengalirkan darah. Bila profesi anda mengharuskan banyak berdiri, usahakan untuk tidak berdiri dengan posisi statis (diam), tapi tetap bergerak. Misalnya dengan berjalan di tempat, agar otot tungkai dapat terus bekerja memompa darah di jantung.
  6. Menderita kolesterol tinggi dan kencing manis
    Kedua jenis penyakit kolesterol tinggi dan kencing manis ini berhubungan erat dengan masalah , peredaran darah, kelainan pembuluh darah dan kegemukan yang memicu terjadinya varises.
  7. Memakai hak sepatu tinggi
    Hak sepatu yang terlalu tinggi membuat gerak otot tumit tak berfungsi membantu kerja pembuluh darah, menjadi tidak maksimal.
Posted in Penyakit Varises | Tagged , , , , , , , , , , , , | 1 Comment

Varises Vagina Pada Wanita Hamil

Wanita hamil lebih mudah mengalami varises vagina. Selain karena tekanan rongga perut yang cenderung meningkat, mereka juga mengalami perubahan hormonal terutama peningkatan hormon progesteron yang menyebabkan bertambahnya elastisitas dinding pembuluh darah. Akibatnya dinding pembuluh darah baik arteri maupun vena makin lentur dan terjadilah pelebaran pembuluh darah tersebut.

Terjadinya pelebaran pembuluh darah ini diperlukan untuk memenuhi nutrisi dan kebutuhan janin dalam rahim. Varises vagina bisa terjadi pada sepanjang masa kehamilan, namun biasanya lebih banyak terlihat pada kehamilan trisemester akhir atau pada diatas minggu ke 32 dimana hormon progesteron semakin meningkat kadarnya.

Untuk mengetahui ada tidaknya varises vagina ketika hamil, wanita hamil disarankan untuk memperhatikan are agenital, apakah terdapat perubahan warna atau tidak. Lalu raba dengan memakai sarung tangan steril apakah terdapat tonjolan atau pembengkakan didaerah vagina.

Jika jumlah varisesnya banyak dan berada dibeberapa tempat serta ukurannya besar-besar, maka sebaiknya proses persalinan ibu dilakukan dengan operasi sesar. Hal ini berdasarkan pertimbangan bahwa apabila varises ini banyak dan lebar maka pada proses persalinan, varises bisa pecah  sehingga menimbulkan pendarahan hebat dan sulit diatasi. Hal ini justru akan membahayakan bagi ibu maupun janin.

Namun bila varises di vagina masih tergolong ringan dan kecil, ibu hamil masih dapat melahirkan secara normal dibawah pengawasan dokter, setelah bayi lahir, biasanya pembuluh darah akan kembali mengecil dan sekitar 75% akan menghilang.

Varises vagina dapat diobati. Salah satu cara pengobatan terbaik adalah mencari sumber bendungan dan mengobatinya baik konservatif maupun operatif. Tindakan pencegahan dilakukan dengan menghindari faktor-faktor resiko varises di vagina. Berikut ini hal-hal yang dapat dilakukan :

  1. Hindari penggunaan sepatu berhak tinggi. Pilih sepatu dengan ukuran hak 2 cm agar aliran darah menuju jantung tidak terhambat.
  2. Pada saat tidur jangan hanya berbaring pada satu posisi saja. Berbaringlah dengan beberpa posisi tertentu untuk menghindari tekanan pada pembuluh darah disatu tempat saja.
  3. Olahraga secara teratur akan meningkatkan kekuatan otot kaki dan vena.
  4. Hindari berdiri terlalu lama
  5. Jangan duudk sambil menyilangkan kaki terlalu lama karena dapat mengajmbat peredaran darah.
  6. Hindari penggunaan pakaian sempit atau ketat pada bagian pinggang, paha, dan kaki.
  7. Biasakan dengan mengonsumsi vitamin C dan E dari jus buah-buahan segar.

 

Posted in Penyakit Varises | Tagged , , , , , , | Leave a comment

Varises Di Vagina

Penyebab varises vagina biasanya karena elastisitasnya dinding pembuluh darah vena yang melemah akibat tekanan darah vena yang tinggi atau adanya bendungan pada beberapa organ  tubuh. Kedua hal ini menyebabkan tersendatnya darah yang dipompakan ke jantung dalam jangka waktu yang cukup lama.

Faktor usia dan kehamilan di duga menjadi faktor resiko terjadinya varises vagina. Usia tua menyebabkan lemahnya dinding pembuluh darah vena sehingga katup-katupnya  juga ikut melemah. Sementara kehamilan diduga dapat menjadi faktor pencetus terjadinya varises vagina karena tekanan rahim yang membesar dan menekan perut, sehingga aliran darah didaerah itu menjadi terganggu.

Semakin tua usia kehamilan maka semakin besar. Selain itu, obesitas juga dapat berpengaruh pada terjadinya varises vagina. Pada wanita yang obesitas, lemak yang berlebihan akan mengganggu aliran darah vena sehingga membebani katup-katup di pembuluh darah vena itu.

Faktor lain yang dapat menyebabkan terjadinya varises vagina ialah wanita yang duduk atau berdiri terlalu lama. Posisi duduk atau berdiri dalam waktu lama akan menyebabkan -peningkatan tekanan lairan darah dari tangan/kaki ke jantung. Jika berlangsung lama, maka fungsi katup-katup pembuluh darah vena akan terganggu.

Posted in Penyakit Varises | Tagged , , , , , , | Leave a comment

Diagnosis Varises Vagina

Umumnya varises vagina diderita oleh wanita usia tua dimana elastisitas pembuluh vena dan katup-katupnya keras dan banyak duduk ataupun berdiri dalam waktu lama serta kurang berolahraga juga dapat mengalami varises vagina. Selain itu, wanita obesitas dengan pola makan tinggi lemak, wanita dengan penggunaan pil KB dalam jangka waktu lama, serta wanita hamil pun memiliki resiko tinggi terhadap varises vagina. Wanita hamil dengan riwayat melahirkan banyak anak (multipara) akan meningkatkan resiko terjadinya varises vagina. Karena wanita yang sering melahirkan cenderung memiliki otot-otot panggul yang lemah shingga menyebabkan terjadinya pelebaran pembuluh darah. Terakhir, faktor keturunan juga turut andil dalam terjadinya varises vagina.

Wanita hamil lebih mengalami varises vagina karena tekanan rongga perut yang cenderung meningkat. Wanita hamil juga mengalami perubahan hormonal terutama peningkatan hormon progesteron yang menyebabkan bertambahnya elastisitas dinding pembuluh darah. Akibatnya dinding pembuluh darah baik arteri maupun vena makin lentur dan terjadilah pelebaran pembuluh darah tersebut.

Terjadinya pelebaran pembuluh darah ini diperlukan untuk memenuhi nutrisi dan kebutuhan janin dalam rahim. Varises vagina bisa terjadi pada sepanjang masa kehamilan, namun biasanya lebih banyak terlihat pada kehamilan trisemester akhir atau pada diatas minggu ke-32 dimana hormon progesteron semakin menigkat kadarnya.

Untuk mengetahui ada tidaknya varises vagina ketika hamil, perhatikan area genital apakah terdapat perubahan warna . Lalu raba dengan menggunakan sarung tangan steril apakah terdapat tonjolan atau pembengkakan didaerah vagina.

Jika jumlah varisesnya banyak dan berada pada di beberapa tempat serta ukurannya besar-besar, maka sebaiknya proses persalinan ibu dilakukan dengan operasi sectio cesaria. Hal ini berdasarkan pertimbangan bahwa apabila varises ini banyak dan lebar maka pada proses persalinan, varises bisa pecah sehingga  menimbulkan pendarahan hebat dan sulit diatasi. Hal ini justru akan menimbulkan bahaya bagi ibu maupun janin. Namun bila varises vagina masih tergolong ringan dan kecil, ibu hamil masih dapat melahirkan secara normal dibawah pengawasan dokter. Setelah bayi lahir, biasanya pembuluh darah akan kembali mengecil dan sekitar 75% akan menghilang.

Varises vagina dapat diobati. Salah satu cara pengobatan terbaik adalah mencari sumber bendungan dan mengobatinya baik secara konservatif maupun operatif seperti sirosis hati, varises esofagus, tumor abdomen seperti mioma uteri yang besar dan kista ovarium yang cukup besar. 

 

Posted in Penyakit Varises | Tagged , , , , , , | Leave a comment